Halalbihalal Pererat Silaturahmi Keluarga Besar Bapas Pati
Pati, Kebersamaan dan keakraban petugas Balai Pemasyarakatan (Bapas)
Pati tercermin dalam kegiatan halalbihalal keluarga besar Bapas Pati, Senin
(2/7) di aula bapas. Kegiatan tersebut dihadiri Pelaksana Tugas Kepala Bapas
Pati, Bambang Sulistyo, beserta seluruh pejabat struktural, petugas, Calon
Pegawai Negeri Cipil, anggota Dharma Wanita Persatuan, serta KH. Yusuf Tamzir
yang memberikan tausyiah.
“Kami atas nama instansi dan pribadi
mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh petugas Bapas
Pati yang telah membantu kegiatan halalbihalal ini sehingga dapat terlaksana
dan berjalan dengan lancar,” tutur Bambang.
Ia mengakui terlaksananya kegiatan ini jauh
dari kesempurnaan. “Kami minta maaf bilamana dalam pelaksana kegiatan ini masih
ada kekurangan, baik dari persiapan acara, tempat, dan hidangan yang kami
sajikan,” tambah Bambang.
Dalam acara inti halalbihalal, KH. Yusuf Tamzir meminta seluruh pihak mensyukuri nikmat sehat, baik sehat dan rohani serta rahmat dan hidayah dari diberikan Allah SWT. “Menurut Al Quran maupun Al Hadist, acara halalbihalal sebenarnya tidak ada. Kegiatan seperti ini hanya merupakan budaya dari leluhur kita yang sudah turun temurun. Budaya yang sangat positif, budaya saling maaf memaafkan setelah Lebaran usai,” ucapnya.
Dalam acara inti halalbihalal, KH. Yusuf Tamzir meminta seluruh pihak mensyukuri nikmat sehat, baik sehat dan rohani serta rahmat dan hidayah dari diberikan Allah SWT. “Menurut Al Quran maupun Al Hadist, acara halalbihalal sebenarnya tidak ada. Kegiatan seperti ini hanya merupakan budaya dari leluhur kita yang sudah turun temurun. Budaya yang sangat positif, budaya saling maaf memaafkan setelah Lebaran usai,” ucapnya.
Dalam tausiahnya, ia mengutip Surat Ali Imron
ayat 133-134 yang artinya “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu
dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk
orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya),
baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan
memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat
kebajikan”.
“Ayat ini terasa cocok sekali dengan budaya
halalbihalal, yakni saling memaafkan antar sesama manusia,” terang KH. Tamzir.
Kegiatan diakhiri dengan doa yang dipimpin KH.
Yusuf Tamzir dilanjutkan ramah tamah.


Post a Comment